"Di sini saya bangga dengan kenegarawanan Pak SBY, beliau mengatakan jika keputusan tentang menteri itu hak prerogatif beliau. Karena PKS berada di Setgab, biar Setgab yang memutuskan. Sekarang kan sudah diputuskan, ya tinggal menunggu hari saja," ujar Ruhut saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2012).
Mekanisme untuk mendepak PKS dari Setgab sudah ada, maka dari itu Ruhut berpesan untuk tidak terburu-buru menggusur partai tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasib PKS di koalisi berakhir sudah. Berdasarkan rapat pimpinan parpol koalisi dengan SBY, PKS dinyatakan melanggar kontrak dan code of conduct. Keberadaan PKS otomatis berakhir. Namun, tidak ada istilah PKS dikeluarkan dari koalisi.
Pertemuan ini berlangsung di kediaman SBY, Puri Cikeas, Cikeas, Bogor. Pertemuan pimpinan parpol koalisi itu berlangsung dua jam. Ketum lima parpol, yaitu Anas Urbaningrum (PD), Aburizal Bakrie (Golkar), Hatta Rajasa (PAN), Suryadharma Ali (PPP), dan Muhaimin Iskandar (PKB) hadir dalam pertemuan ini.
Gerakan PKS yang tidak seiring dan seirama dengan koalisi dalam rapat paripurna tentang BBM (bahan bakar minyak) Jumat (29/3) dinilai sebagai pelanggaran kontrak dan code of conduct koalisi.
(vit/vit)











































