PKS Memang Sebaiknya Keluar dari Koalisi

PKS Memang Sebaiknya Keluar dari Koalisi

- detikNews
Rabu, 04 Apr 2012 08:30 WIB
Jakarta - Keputusan Sekretaris Gabungan (Setgab) untuk memutuskan hubungan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru dinilai menguntungkan partai tersebut.Dengan mengundurkan diri, PKS justru lebih leluasa untuk bersikap kritis kepada pemerintah.

"Massa PKS yang memiliki segmen kritis mungkin lebih merasa nyaman kalau kritis dengan keluar dari koalisi tanpa terjebak politik tarik ulur dan seakan selalu bermain dua kaki," ujar pengamat politik, Yunarto Wijaya, saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2012).

Selain itu, Yunarto juga mengkritik kinerja Partai Demokrat (PD) yang terus meminta agar PKS dikeluarkan dari koalisi. Menurutnya, upaya itu salah arah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang menarik, Partai Demokrat seperti salah arah karena terus menerus mengupayakan PKS mengundurkan diri, kenapa tidak langsung koordinasi kepada SBY saja?" tutupnya.

Nasib PKS di koalisi berakhir sudah. Berdasarkan rapat pimpinan parpol koalisi dengan SBY, PKS dinyatakan melanggar kontrak dan code of conduct. Keberadaan PKS otomatis berakhir. Namun, tidak ada istilah PKS dikeluarkan dari koalisi.

Pertemuan ini berlangsung di kediaman SBY, Puri Cikeas, Cikeas. Pertemuan pimpinan parpol koalisi itu berlangsung dua jam. Ketum lima parpol, yaitu Anas Urbaningrum (PD), Aburizal Bakrie (Golkar), Hatta Rajasa (PAN), Suryadharma Ali (PPP), dan Muhaimin Iskandar (PKB) hadir dalam pertemuan ini.

Gerakan PKS yang tidak seiring dan seirama dengan koalisi dalam rapat paripurna tentang BBM (bahan bakar minyak) Jumat (29/3/2012) dinilai sebagai pelanggaran kontrak dan code of conduct koalisi.

(mok/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads