Fokus Kasus Penamparan, Dirjen PAS Justru Emoh Bicara Soal Narkoba

Fokus Kasus Penamparan, Dirjen PAS Justru Emoh Bicara Soal Narkoba

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 04 Apr 2012 06:32 WIB
Fokus Kasus Penamparan, Dirjen PAS Justru Emoh Bicara Soal Narkoba
Jakarta - Inspeksi mendadak tim dari Kemenkum HAM memang diwarnai cerita adanya dugaan penamparan yang dilakukan oleh Wamenkum HAM, Denny Indrayana, terhadap petugas Lapas Pekanbaru. Namun bukannya mengurusi terbongkarnya kasus narkoba, persoalan justru seperti difokuskan soal penamparan itu.

Dalam jumpa persnya, Dirjen Permasyarakatan, Sihabudin, sempat menceritakan soal agenda sidak yang pernah ia lakukan ke Lapas Pekanbaru dua minggu silam. Sidak tersebut memang hanya mengurusi mengurusi soal pagar.

"Saya perintahkan Kalapas dan Kakanwil agar pintu pagar ditutup setelah jam 9 malam pintu pagar di kunci di tutup, agar malam hari pagar ditutup sehingga area lapas merupakan restricted area, untuk masuk harus melapor," jelas Sihabudin dalam jumpa pers di Kantor Ditjen PAS, di Jl Veteran, Jakarta, Selasa (3/4/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, dua minggu berselang, Kemenkum HAM dan BNN berhasil membongkar jaringan narkoba di Lapas tersebut. Sayangnya, Sihabudin yang dikonfirmasi soal keberadaan narkoba di LP Pekanbaru justru terkesan enggan berbicara. Ia justru lebih bersemangat membicarakan soal tudingan penamparan Denny kepada sipir. Sihabudin mengaku memiliki bukti kuat.

Padahal sidak itu sendiri berhasil menangkap empat orang yang kedapatan tengah melakukan transaksi narkoba. Tiga orang napi, yang salah satunya diduga kuat sebagai bandar, serta seorang petugas Lapas, dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.

Denny bersama tim dari BNN tiba di Pekanbaru pada Senin dinihari. Pada sekitar pukul 02.30 WIB tim sampai di lapas kelas II A Pekanbaru. Soal penamparan ini, Denny sendiri sudah membantahnya.

"Tidak benar, berita yang mengatakan, saya memukuli menampar, petugas Lapas Pekanbaru. Apa iya tampang saya ini tampang suka nampar," tutur Denny.

(mok/mok)


Berita Terkait