Naiknya debit air sungai Ciliwung cukup mengancam wilayah Jakarta, khususnya daerah yang dilintasi sungai Ciliwung.
"Air dari Bogor baru akan tiba di Jakarta sekitar 12 jam kemudian, atau sekitar pukul 06.00 pagi," ujar Andi Sudirman penjaga pintu mercu bendung Katulampa, saat dihubungi, Selasa petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sekarang sudah turun ke posisi 120 centimeter, tapi masih di posisi siaga 3," kata Andi.
Dengan ketinggian air Ciliwung di posisi 140 centimeter, jumlah air yang mengalir ke daerah hilir sebanyak 246.050 liter per detik. Sedangkan di posisi 120 centimeter, air yang mengalir sebanyak 138.126 liter/detik.
"Hujan cukup merata di wilayah Jobodetabek. Air Ciliwung akan sampai ke Depok, sekitar enam jam kemudian," katanya.
Andi berharap, intensitas curah hujan di Puncak terus menurun sehingga debit air Ciliwung juga kembali normal. Namun, jika hujan masih terus mengguyur wilayah Bogor, dia mengimbau warga Jakarta untuk waspada.
Mengenai kondisi sungai Ciliwung kata Andi, dia sudah melaporkan perkembangannya ke pintu air Manggarai, Depok, Departemen PU, termasuk Dinas PSDA Jawa Barat.
(mok/mok)











































