Saat Pimpinan Negara Bicara Soal Durian Kamboja di KTT ASEAN

Laporan dari Kamboja

Saat Pimpinan Negara Bicara Soal Durian Kamboja di KTT ASEAN

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 03 Apr 2012 19:12 WIB
Phnom Penh - Ada yang menarik menjelang pembukaan KTT ASEAN ke-20 di Peace Palace, Phnom Penh, Kamboja. Saat semua kepala negara bertemu, hal yang pertama kali dibicarakan para pemimpin negara di ASEAN itu adalah durian Kamboja. Apa dengan durian Kamboja?

Ternyata semua kepala negara para pada Selasa (2/3) malam, mendapatkan undangan jamuan makan malam oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen di kediamanannya. Pada jamuan makan malam tersebut, PM Hun Sen menyajikan makanan penutup yaitu durian Kamboja.

"Tadi malam itu makan malam dengan Prime Minister. Pertama kali bagi saya mengalami penutup itu durian. Enak sekali durian Kamboja itu," ujar Wakil Presiden Boediono sambil tertawa, sebelum melakukan konfrensi pers dengan wartawan di Kamboja, Rabu (3/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono mengakui, ini adalah kali pertama dirinya mendapatkan jamuan penutup berupa durian. "Duriannya lebih dekat ke kita dari pada ke Thailand," kata mantan gubernur BI ini.

Tidak sampai di situ, lanjut Boedino, pada pagi hari tadi ketika semua kepala negara berkumpul untuk menghadiri acara pembukaan KTT ke-20 ASEAN, hal yang pertama dibicarakan adalah durian yang tidak lain adalah buah yang disajikan sebagai makanan penutup di rumah PM Hun Sen.

"Topik yang pertama yang dibahas para kepala negara itu durian. Tadi malam kok enak dan sebagainya," ucap Boediono yang sambut gelak tawa para wartawan.

Saat ditanyakan apakah Boedino akan menyajikan durian sebagai makanan penutup jika Indonesia menjamu kepala negara lain? Boedino menjawab, "tidak," katanya sambil tertawa.

Tidak hanya itu, Boedino juga menilai Ibukota Kamboja, Phnom Penh, sama besarnya dengan kota dengan luas wilayah sedang di Indonesia. "Orang-orangnya hampir sama dengan kita juga," terangnya.

Sayangnya, lanjut Boediono dirinya belum dapat menikmati makanan khas Kamboja. "Belum, saya belum coba," ujarnya.

(tfq/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini