Gedung Capitol Juga Jadi Target Serangan Teror di AS
Senin, 09 Agu 2004 16:16 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat telah menerima informasi mengenai tambahan kemungkinan target serangan teror di negeri itu. Gedung Capitol (gedung parlemen AS) di Washington juga masuk dalam target serangan.Demikian diungkapkan seorang pejabat kontraterorisme AS, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (9/8/2004). Dikatakan Penasihat Keamanan Dalam Negeri Frances Townsend, gedung Capitol juga menjadi target teror di samping lima target institusi keuangan yang disebutkan pemerintah pekan lalu saat mengumumkan peningkatkan level siaga teror terhadap pusat keuangan di Washington, New York dan New Jersey.Ketika ditanyakan apakah ada ancaman terhadap parlemen AS, Townsend menjawab, "Ya, di masa lampau dan sebagai bagian dari aliran ancaman yang mengalir saat ini, jadi kami berbagi hal ini dengan mereka."Pengamanan di sekitar Capitol yang menjadi markas Kongres AS telah ditingkatkan sejak satu pekan ini. Khususnya di pos-pos pemeriksaan sekitar Capitol. Demikian diungkapkan Senator AS dai partai Demokrat, Joseph Biden yang telah mendapat penjelasan dari badan penyelidik AS (FBI) mengenai situasi di Washington.Pemerintah AS meningkatkan level ancaman teror ke level oranye setelah adanya bukti-bukti yang dikumpulkan dari pakar komputer al Qaeda, Mohammad Naeem Noor Khan. Penangkapannya disebut-sebut telah membantu otoritas memburu militan-militan al Qaeda di Inggris dan AS.Dari informasi yang didapat dari Khan, diketahui adanya niat untuk menyerang kantor pusat Bank Dunia dan IMF di Washington, gedung Bursa Efek New York dan Citigroup di New York serta gedung Prudential Financial di New Jersey.Dikatakan Townsend, pejabat-pejabat AS juga masih terus mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya serangan al Qaeda menjelang pemilihan presiden pada 2 November mendatang.
(ita/)











































