"Kita tidak ada urusan dengan pencitraan karena terzalimi, karena ini kan soal prinsip, ikut Setgab atau tidak," kata Sutan.
Hal ini disampaikan Sutan menanggapi sikap PKS yang menunggu dikeluarkan dari koalisi. Hal ini disampaikan Sutan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kan nasib mereka itu merekalah yang menentukan, apa masih ingin sama-sama berjuang dengan Setgab atau ingin melepaskan diri agar lebih bebas," kata dia.
Menurut Sutan, posisi PKS di koalisi sebenarnya ibarat minyak dan air, sulit dipersatukan.
"Ngeri-ngeri sedaplah. PKS di koalisi seperti minyak dan air, tidak bisa dipersatukan. Ini ibarat lagu sebenarnya, 'Benci Tapi Rindu atau Parah tapi Mesra," ujarnya.
(van/gun)











































