Aksi teror itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (3/4/2012). Seorang pegawai melihat tas hitam bertuliskan 'awas ada bom' di pagar balaikota di Jl Kenari.
Setelah mendapat laporan, aparat Gegana Brimob Polda DIY tiba di lokasi dengan peralatan lengkap. Mereka langsung menutup jalan depan balaikota untuk melakukan penyisiran dan pengamanan.
Dengan menggunakan alat metal detector, petugas mendeteksi tas hitam itu. Setelah dideteksi, ternyata ada unsur benda logam. Petugas kemudian mengamankan menuju kantor Brimob Polda DIY.
"Isinya bukan bom tapi dua bongkah batu bata," kata Komandan Satuan Brimob Polda DIY AKBP Gatot saat dikonfirmasi.
(bgk/trw)











































