Cagub DKI yang Tak Populer Berpotensi Besar Lakukan Politik Uang

Cagub DKI yang Tak Populer Berpotensi Besar Lakukan Politik Uang

Prins David Saut - detikNews
Selasa, 03 Apr 2012 16:25 WIB
Jakarta - Pilgub DKI pada 11 Juli 2012 sangat berpotensi melibatkan politik uang. Calon yang tidak populer, disinyalir paling besar kemungkinannya melakukan politik uang.

"Kemungkinan politik uang di DKI potensinya besar apa lagi ada sebagian dari pasangan yang tidak dikenal masyarakat, ini potensi. Pengalaman di pilkada, semakin tidak dikenal semakin besar mereka menggunakan uang untuk memobilisasi masyarakat," ujar Koordinator Komite Pemilih untuk Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw.

Hal itu disampaikan Jeirry dalam diskusi bertajuk 'KPU 2012: Akankah Kridibel dan Mandiri' di Kedai Kopi Bhinneka, Jalan Cikini I Nomor 3 B, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalaupun kasus politik uang ini dibawa ke ranah hukum, imbuhnya, Jeirry mengatakan ada kelemahannya.

"Sudah banyak kasus politik uang yang tidak bisa sampai pemberian sanksi. Sekarang ini tidak bisa dijerat karena tidak ada peraturan yang mengikat. Kalau sekarang (melakukan) politik uang, siapa yang bisa memberi sanksi, ini faktor administrasi. Politik uang kalau ditemukan harus lewat proses pengadilan yang berjalan sangat lama. Banyak faktor seperti ini yang membuat politik uang cukup banyak," jelas Jeirry.

(nwk/)


Berita Terkait