BNN: Denny Indrayana Sempat Teriak, Tidak Ada Pemukulan

BNN: Denny Indrayana Sempat Teriak, Tidak Ada Pemukulan

- detikNews
Selasa, 03 Apr 2012 16:16 WIB
BNN: Denny Indrayana Sempat Teriak, Tidak Ada Pemukulan
Jakarta - Badan Nasional Narkotika (BNN) membantah ada perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Denny Indrayana terhadap salah satu sipir di Lapas kelas IIA Pekanbaru. Semua dilakukan sesuai prosedur.

"Saya katakan tidak ada. Kita masuk ke Lapas secara mendadak dan sesuai SOP (standard operational procedure). Kalau kita diminta tunggu ya kita tunggu," kata Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, saat jumpa pers di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/4/2012).

Benny menuturkan kronologi yang menyebut adanya penamparan dan pemukulan yang dilakukan Denny Indrayana terhadap salah seorang petugas lapas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, Senin (2/4/2012) dinihari, Denny dan puluhan petugas BNN yang dipimpin Benny hendak menciduk 3 napi yang terindikasi peredaran dan pengendalian sabu di dalam lapas tersebut.

"Ketika kita tiba, kondisi gerbang lapas terkunci, kita ketuk dengan batu tidak ada yang keluar. Karena melihat pagar pendek kita putuskan untuk melompati pagar," papar Benny.

Setelah berhasil melompati pagar, tim kemudian berupaya memasuki pintu portir (pintu penjagaan). Denny berupaya meminta petugas jaga membuka pintu portir, namun setelah sekian lama mengetuk tidak juga ada yang membuka portir.

'Digedor ternyata tidak ada juga yang membuka sampai kita harus teriak," ujar Benny.

Setelah diketahui teriakan tersebut adalah dari Wamenkum HAM, salah seorang petugas lantas melongok ke luar melalui lubang kecil portir dan membukakan pintu.

"Saat masuk langsung dijelaskan kepada petugas jaga bila kita memerlukan 3 orang napi," katanya.

Berdasarkan standar operasi yang dilakukan BNN, ketika petugas berhasil memasuki lapas, seluruh petugas dikumpulkan dan mengamankan handphone.

"Tujuannya agar operasi tidak bocor ke para napi dan tahanan. Dan ternyata betul, ada pesan masuk ke HP salah seorang petugas menanyakan kebenaran adanya razia," jelas Benny.

Pengamatan detikcom di lokasi kejadian, jarak antara portir dan ruang penjagaan petugas hanya berjarak sekitar 5 meter. Saat penggerebakan dilakukan, tidak ada pejabat Lapas baik itu Kepala Lapas atau pun KPLP (Kepala Pengamanan Lapas).

Sebelumnya, Kalapas Kelas II A II Pekanbaru, Riau, mengirim surat protes pada Menkum HAM Amir Syamsuddin. Protes itu disampaikan dalam surat melalui Kakanwil Riau bernomor W4.TG.PW.04.01453, 3 April 2012. Di dalam surat disampaikan kondisi LP Pekanbaru saat kejadian dan kronologi penamparan oleh Denny.

Denny sudah membantah kabar ini. Dia hanya mengakui ada pemukulan oleh anggota rombongan, bukan oleh dia pribadi.

(ahy/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads