Ada Hulu Pedang Koleksi Negara yang Ikut Dijual di Singapura

Ada Hulu Pedang Koleksi Negara yang Ikut Dijual di Singapura

Taufik Wijaya - detikNews
Selasa, 03 Apr 2012 14:39 WIB
Ada Hulu Pedang Koleksi Negara yang Ikut Dijual di Singapura
Jakarta -

Beberapa harta karun yang diambil dari perairan Cirebon dijual ke Singapura. Ternyata di antara item yang dijual ada koleksi negara milik Indonesia, misalnya arca Tara dan hulu pedang emas.

Hal itu diungkapkan arkeolog dari Universitas Indonesia, Bambang Budi Utomo. Sebelumnya dia pernah menjadi tim seleksi negara terhadap harta karun yang terdapat di bangkai kapal Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-10 di perairan Laut Jawa, utara Cirebon.

"Ya, barang yang dilelang itu sebagian sudah menjadi koleksi negara seperti arca Tara dan hulu pedang emas turut dilelang," kata Tomi, panggilan akrabnya, kepada detikcom, Selasa (3/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Tomi, pada saat tim koleksi memilih benda-benda untuk dijadikan koleksi negara, mereka tidak dapat mengakses perhiasan yang disimpan di Deposit Box Bank Mandiri.

"Saya sungguh sakit hati dihianati seperti itu. Hal ini sudah saya sampaikan langsung ke Fadel Muhammad (Menteri Kelautan dan Perikanan kala itu) pada waktu wawancara di tvOne,"
kata Tomi.

"Dia jawab akan dicek dengan anak buahnya. Eh, anak buah dia itu kan saya," lanjutnya sambil tertawa.

Tomi juga mempertanyakan keberadaan Panitia Nasional BMKT (Barang Muatan Kapal yang Tenggelam) ada sejak tahun 1980 tidak juga bubar. "Dulu kan belum ada menteri kelautan, maka Menko Polkam Soedomo membentuk lembaga itu. Tapi setelah ada menteri kelautan seharusnya bubar. Tapi nggak bubar-bubar," ujarnya.Β 

"Terus Menteri Kelautan yang pertama itu melihat benda cagar budaya bawah air dianggapnya sumber daya laut yang diperlakukan kayak ikan dan karang," lanjut Tomi.

Ketika detikcom mencoba mengkonfirmasi ke Wamendikbud Wiendu Nuryanti, yang bersangkutan tidak mengangkat telepon. SMS yang dikirimkan pun belum dibalas. Sementara itu Kasubdin Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arif Kabul Pranoto, ponselnya tidak aktif.

Sebelumnya diberitakan harta karun yang ditemukan dari sebuah kapal yang tenggelam di perairan Indonesia 1.000 tahun silam akan dijual. Keramik-keramik, kristal, permata dan emas yang ditemukan di Cirebon, Jawa Barat itu akan dijual di Singapura.Β 

Keberadaan harta karun itu awalnya terkuak oleh para nelayan yang menemukan bangkai sebuah kapal sejauh 187 kaki di bawah laut. Menurut Luc Heymans, direktur Cosmix Underwater Research Ltd., perusahaan berbasis di Dubai yang mengangkat harta karun tersebut dari dasar laut, peninggalan tersebut merupakan harta karun terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara dalam hal kuantitas dan kualitasnya.

Luc Heymens, yang terlibat dalam proyek ini menyatakan, pihaknya perlu menyelam 22 ribu kali untuk mengangkut harta karun itu dari dasar laut dalam rentang waktu Februari 2004 hingga Oktober 2005.

Item yang dilego mencakup rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari Dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976 M. Rincian harta karun yang dilelang antara lain vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), keramik Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar. Selain itu ada juga 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah dan lebih dari 2.200 batu akik.

Nilai total harta karun itu Rp 720 miliar. Pada 2010 lalu, sempat digelar lelang atas harta karun tersebut. Namun lelang tersebut sepi, sehingga ditutup karena tidak ada penawaran.

Tidak ada peminat yang menyerahkan uang jaminan sebesar 20 persen dari harga limit atau sekitar US$ 16 juta. Uang jaminan atau deposit itu cukup tinggi karena BMKT dilelang dalam satu paket, tidak boleh dibeli per pieces.

(tw/)


Berita Terkait