Demonstran Desak RI Tolak Myanmar Jadi Pemimpin ASEAN

Demonstran Desak RI Tolak Myanmar Jadi Pemimpin ASEAN

- detikNews
Senin, 09 Agu 2004 15:30 WIB
Jakarta - Sekitar 20 demonstran dari dalam Burma-Indonesia Solidarity, Solidamor, dan Pijar Indonesia, menggelar aksi di kantor Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta. Massa mendesak pemerintah Indonesia menolak pengangkatan Myanmar sebagai pemimpin ASEAN pada 2006.Massa, yang menggelar aksi mulai pukul 14.20 WIB, Senin (9/8/2004), menilai rezim Myanmar menjadi ancaman bagi ASEAN. Khususnya masalah keamanan serta membahayakan kredibilitas dan hubungan baik ASEAN dengan masyarakat internasional.Perwakilan demontran diterima oleh Norwin dari Direktorat Keamanan Diplomasi dan Ahmad Rizal dari Diplomasi Publik Deplu. Dalam kesempatan itu perwakilan demonstran menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Megawati melalui Menlu. Dalam surat tersebut disampaikan pernyataan kepedulian terhadap masalah di Myanmar yang diakibatkan oleh junta militer. Dan mereka meminta pemerintah Indonesia untuk secara aktif mendorong demokrasi di Myanmar.Dalam surat terbukanya para demonstran juga mendesak junta militer Myanmar untuk melepaskan Aung San Suu Kyi. Mereka menilai penangkapan Aung San Suu Kyi merupakan persoalan yang paling krusial di Myanmar. Mereka juga mengharapkan junta militer mau berdialog dengan oposisi.Bonar Tigor Naipospos dari Solidamor menyatakan politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Jadi pemerintah Indonesia bersikap netral tapi aktif untuk mendukung perdamaian dan HAM. "Alasan lama menghindari ikut campur atas urusan dalam negeri Burma, harus segera dikesampingkan karena menyangkut berbagai pelanggaran berat atas HAM," katanya. (gtp/)


Berita Terkait