Federasi Serikat Pekerja BUMN Dukung Mega
Senin, 09 Agu 2004 14:55 WIB
Jakarta - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN menyatakan mendukung pasangan Mega-Hasyim dalam pilpres putaran II. Dukungan ini disampaikan kepada Mega Center, Senin (9/8/2004).Meski mendukung, namun ada syaratnya. Yaitu, Mega harus bisa mempertahankan kepemilihan saham pemerintah sebesar 51% apabila pemerintah hendak melakukan privatisasi dan memberikan sebagian saham BUMN kepada para karyawannya. Karena hanya dengan cara itu, kesejahteraan karyawan dijamin. Dukungan ini akan dicabut jika Mega gagal memperjuangkan aspirasinya.Hal ini dikatakan Zubair Halim dari Majelis Permusyawaratan (MP) FSP BUMN sebelum diterima tim Mega Center di Jl.Teuku Umar 33, Jakpus. Dari tim Mega Center yang menemui antara lain Ketua Media Center Adang Ruchyatna, Haryatmo Margiyanto, dan Taufiq Kiemas.FSP BUMN menilai, selama masa pemerintahan Megawati, dari sektor pajak menunjukkan rekor tertinggi, bahkan melebihi anggaran rutin. Sedangkan Ketua FSP BUMN Abdul Aziz Hasan menyatakan, sebelum bertandang ke Mega Center, pihaknya telah bertemu dengan Meneg BUMN Laksama Sukardi. Dan Laksmemberikan respon yang positif atas keberadaan FSP BUMN, satu-satunya serikat yang diakui pemerintah.Apa pernyataan ini bagian dari menyukseskan Mega sebagai presiden? Aziz membenarkan. "Kami sudah menyatakan bulat mendukung Mega-Hasyim dalam pilpres mendatang," jawab Aziz.Dari 164 BUMN, sebanyak 97 BUMN sudah bergabung dalam kelompok organisasi ini. Bahkan jika dihitung jumlah massanya, termasuk istri dan anak-anak, sekitar 8 juta orang.Apakah ini tidak menyalahi aturan karena yang memberi dukungan adalah karyawan BUMN dan nantinya Mega dituduh memanfaatkan BUMN untuk kepentingannya? "Tidak melanggar aturan. Kami bebas menentukan pilihan," jawab Aziz.
(nrl/)











































