Soal Caleg, KPU Bali Didemo Politisi Buleleng

Soal Caleg, KPU Bali Didemo Politisi Buleleng

- detikNews
Senin, 09 Agu 2004 14:34 WIB
Denpasar - Sebanyak 30 orang dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan PNI Marhaenisme Buleleng berunjuk rasa di KPUD Bali, Jl.Tjok Agung Kresna, Denpasar, Senin (9/8/2004).Mereka kecewa karena KPUD Buleleng dinilai tidak bersikap tegas terhadap kemelut pencalegan di tubuh partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), PKPB dan PNI Marhaenisme.Di antara para demonstran tampak Ketua KIPP Buleleng Antonius Sanjaya Kiabeni, penasihat PKPB I Wayan Kadjar dan Koyan dan Ketua PNI Maarhanisme Bali I Wayan Sukla Arnata.Massa datang pukul 11.00 Wita, membawa sejulah spanduk yang menghujat KPU Buleleng. Antara lain, "Sikap Rideng (ketua KPUD Buleleng), mencla-mencle."Dalam orasinya, demonstran mengancam akan menangkap Rideng. "Di mana dia sembunyi sekarang, tolong keluarkan dia. Sekarang pun kami buru sampai ke KPUD Bali!" teriak pendemo. Sebelumnya, pendemo telah mencari Rideng ke KPUD Buleleng tapi dikatakan bahwa Rideng pergi ke KPUD Bali. Di KPUD Bali ternyata Rideng juaga tidak ada.Pendemo dari PKPB menuntut KPUD Buleleng untuk melantik caleg no 2 yaitu Sucaya karena PKPB menerapkan ajang tarung bebas. Tapi KPUD Buleleng tetap merekomendasikan caleg urut nomor 1 Wayan Suyama untuk dilantik.PNI Marhaen menuntut agar KPUD buleleng melantik caleg nomor 5, Wijadi Arnaya. Pasalnya, caleg no 1-4 telah dipecat oleh PNI.Sedang massa PPDI meminta KPUD Buleleng mencoret caleg I Made Sudana dari daftar yang akan dilantik. Alasannya, dia tidak memenuhi syarat administrasi.Pendemo diterima Ketua KPUD BAli Anak Agung Gede Oka Wisnu Murti. Wisnu menyatakan, akan memfasilitasi dan mendorong KPUD BUleleng untuk meminta fatwa ke KPU Pusat untk menyelesaikan PKPB. Untuk PPDI, KPUD Bali sudah mengeluarkan surat yang isinya membatalkan caleg terpilih Made Sudana dan menggantikannya dengan caleg nomor 2 Gede Suyasa.Untuk PNI Marhanenisme, KPU Bali meminta KPUD Buleleng menunda pelantikan caleg no 1, I Ketut Mas Budi Arta. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads