"Nggak ada, pemukulan nggak ada. Kalo ada pemukulan pasti kan ada orang yang menemani saya lihat di sana nggak ada. Dan saya juga melihat 10 sipir ini nggak ada," kata Kepala Humas BNN, Sumirat, saat ditemui di kantornya, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (3/4/2012).
Menurut Sumirat, dirinya ikut dalam penggerebekan yang berlangsung pada Senin (2/4/2012) dinihari itu. Namun dia tidak berbarengan dengan tim pertama yang masuk ke lapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumirat juga memastikan tidak ada pemaksaan petugas untuk masuk ke dalam LP Pekanbaru. Petugas yang berjaga di lokasi juga tidak melakukan perlawanan. Operasi BNN tetap bisa dilakukan dengan lancar.
"Ya kita koordinasi untuk mengambil tersangka, jadi kita minta tersangka diambil petugas dan menjalankan pemeriksaan urine seperti normalnya," ucap Sumirat.
Sebelumnya, Kalapas Kelas II A II Pekanbaru, Riau, mengirim surat protes pada Menkum HAM Amir Syamsuddin. Protes itu disampaikan dalam surat melalui Kakanwil Riau bernomor W4.TG.PW.04.01453, 3 April 2012. Di dalam surat disampaikan kondisi LP Pekanbaru saat kejadian dan kronologi penamparan oleh Denny.
Hingga kini, Denny belum bisa dimintai konfirmasi. Sementara Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, yang juga ikut dalam operasi baru akan menjelaskan peristiwa ini siang nanti.
(/)










































