Analis politik Charta Politika Arya Fernandes, berpendapat Ical sukses menamankan investasi politiknya di Partai Golkar. "Investasi politik itu misalnya ditunjukkan Ical melalui keseriusannya dalam mengembangkan kapasitas sumber daya internal partai, dan pembangunan insfrastruktur dan jaringan partai," kata Arya kepada detikcom, Selasa (3/4/2012).
Hasil investasi politik ini, kata Arya, dapat dilihat dari tren tingkat keterpilihan atau elektabilitas Golkar yang cenderung naik seperti dilansir sejumlah lembaga riset. Tingkat elektabilitas ini juga beriringan dengan posisi Ical yang lebih tinggi dibanding kandidat capres lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, di internal Golkar usulan pencalonan Golkar relatif tidak mendapatkan resistensi yang kuat. Hampir sebagian besar Dewan Pimpinan Daerah (Golkar) mendukung Ical sebagai calon tunggal capres yang akan diajukan partai. Bahkan, Golkar sudanh berancang-ancang akan menggelar Rapimnas untuk menetapkan Ical maju di Pilpres 2014.
Tapi majunya Ical bukan tanpa hambatan, suara pengurus agar penjaringan capres melalui sistem konvensi akan tetap diusulkan. "Faksionalisasi politik di internal Golkar memang diperkirakan memang akan mengalami pemanasan jelang 2014," ujar Arya.
Namun, kekuatan pendukung konvensi ini tak sebesar ketika Golkar menerapkan sistem yang sama pada Pilpres 2004.
"Karena Ical relatif bisa mengendalikan dan memberikan akomodasi politik yang baik bagi faksi-faksi itu. Saya melihat Ical berhasil menjadi jangkar utama terhadap aktor-aktor politik utama di Golkar. Saya melihat usulan konvensi akan kandas sebelum matang," terangnya.
(fdn/nal)











































