"Agendanya membahas rencana kerja presiden dalam bulan ini," ujar Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, melalui telepon, Senin (2/4/2012).
Dia menegaskan, reshuffle menteri dalam kabinet merupakan wilayah hak prerogatif mutlak Presiden SBY selaku kepala pemerintah. Di dalam proses pertimbangannya sebagaimana praktek sebelumnya, selalu meminta pertimbangan dan saran dari Wapres Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekali ini saja Presiden SBY mengerjakan pekerjaan rutin dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Di dalam kontek itu, cukup sering menteri dan pejabat teknis bersangkutan diminta agar datang untuk menyampaikan laporan dan masukan terbaru.
"Jadi pemanggilan terhadap para menteri merupakan kelaziman, terlebih bila masalahnya perlu pembahasan khusus," jelas Julian.
Isu reshuffle KIB II mencuat lagi pasca PKS menyatakan niatannya untuk mundur dari Setgab Koalisi dengan alasan tidak sepakat atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun setelah sidang paripurna DPR (31/3) membatalkan rencana itu, PKS memberi sinyal ingin tetap bertahan dalam Setgab Koalisi.
Pengesahan APBNP 2012 itu pun mundur dari jadwal seharusnya sehingga Presiden SBY batalkan jadwal kunjungan kerjanya ke Kamboja. Agenda menghadiri KTT ASEAN pada 2-4 April 2012 itu dia delegasikan kepada Wapres Boediono.
Selain melantik komisioner baru KPU, pekan ini Presiden SBY juga harus menyampaikan daftar nama calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan ke DPR. Pansel OJK telah serahkan daftar 21 orang yang lolos seleksi kepada Presiden SBY untuk dipilih 7 orang.
(lh/fdn)











































