Faisal Haramkan Penggusuran, Alex Bebaskan Jakarta dari Macet

Faisal Haramkan Penggusuran, Alex Bebaskan Jakarta dari Macet

Edward - detikNews
Senin, 02 Apr 2012 17:09 WIB
Faisal Haramkan Penggusuran, Alex Bebaskan Jakarta dari Macet
Jakarta - Bursa calon Gubernur DKI Jakarta terus memanas. Masing-masing calon saling memaparkan visi dan misinya. Jika Faisal Basri mengharamkan penggusuran, Alex Noerdin berjanji membebaskan Jakarta dari macet dalam 3 waktu 3 tahun.

"Membangun Jakarta haram hukumnya dengan menggusur. Langkah revolusioner ini diambil agar warga Jakarta merasa memiliki kotanya. Pembangunan apartemen tetap di tangan pemilik lama bukan pemilik baru yang orangnya itu-itu saja," kata calon independen Faisal Basri di acara 'Bincang-bincang dengan Calon Gubernur DKI' yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2012).

Menurut dosen Universitas Indonesia (UI) ini, penggusuran adalah salah satu akar masalah di ibu kota. Apalagi orang yang menggusur memiliki kekayaan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tergusur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penggusuran merupakan salah satu sumber masalah di Jakarta. Masyarakat yang tergusur terusik dengan kedatangan warga baru yang menempati tanah gusuran yang tingkat kekayaannya lebih tinggi. Saya yakin warga Jakarta tidak merasa terpinggirkan oleh pemodal, namun ikut serta dalam pembangunan," papar pria bernama lengkap Faisal Basri Batubara ini.

Dalam kesempatan yang sama, bakal calon gubernur dari Partai Golkar, Alex Noerdin menayangkan slide presentasi masalah kemacetan Jakarta. Dalam slide tersebut dia yakin bisa memecahkan macet Jakarta dalam kurun 3 tahun pertama menjabat Gubernur.

"Kita yakin kita bisa menyelesaikan masalah di mana permasalahan yang dihadapi harus bisa diselesaikan dengan waktu terukur. Persoalan di Jakarta ini adalah kemacetan. Kemacetan bisa dituntaskan dengan membentuk badan pengelola transportasi massal sehingga terorganisir dengan baik," papar Gubernur Sumatera Selatan ini.

"Saya melihat masih banyak warga Jakarta yang tidak mau menggunakan angkutan umum. Karena tidak nyaman, tidak aman dan tidak terjangkau. Selain itu masalah kemacetan timbul dari tidak seimbangnya pertumbuhan jalan dan pertumbuhan kepemilikan pertumbuhan pribadi," jelas Alex.

(asp/nwk)


Berita Terkait