Golkar Jangan Ditawari Porsi Besar Kursi Kabinet
Senin, 09 Agu 2004 11:01 WIB
Jakarta -
Soliditas Golkar sedang diuji. Suara DPD lebih condong ke SBY-Kalla, suara DPP ke Mega-Hasyim. Kalau sudah begini, suara Golkar tak lagi menjadi jaminan bisa mendongkrak suara. Jadi, Golkar jangan ditawari porsi besar kursi kabinet."Bisa jadi memang ada perpecahan di tubuh Golkar, apalagi dengan adanya kekuatan luar yang masuk melakukan intervensi, yakni Wiranto yang masih bermain," kata pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti saat dihubungi detikcom, Senin (9/8/2004).Jadi bukan tidak mungkin, sambung Ikrar, ada perbedaan sikap antara DPP-DPD Golkar dengan Akbar. Dalam realitas politik, harus diakui kalau Golkar kurang berhasil menguasai suara DPD tingkat duanya dalam Pilpres putaran pertama."Kalau sudah begini, baik SBY-Kalla, maupun Mega-Hasyim harus berhati-hati menyikapi permainan dan trik Golkar. Jangan sampai menawarkan porsi kursi kabinet secara boros. Ini harus jadi perhatian serius," kata Ikrar.Artinya, jelas dia, belum tentu porsi kursi kabinet yang ditawarkan kepada Golkar seimbang dengan pelimpahan suara yang ditawarkan Golkar."Jadi belum tentu berkoalisi dengan Golkar akan signifikan mendongkrak perolehan suara. SBY-Kalla tanpa koalisi pasti ada suara Golkar yang mendukung," ujar Ikrar.Namun indikasi perpecahan di tubuh Golkar itu benar-benar terjadi, lanjut dia, jika memang Akbar tidak tahu soal pertemuan-pertemuan yang dilakukan Kalla dengan orang-orang Golkar.Bargaining PolitikLain halnya, sambung dia, jika Akbar hanya berlagak tidak tahu. Sebab bisa jadi itu hanya skenario Golkar untuk meningkatkan bargaining politik."Harus diakui SDM-SDM Golkar memang paling canggih, lihai, pandai, dan licin dalam berpolitik. Kita tidak bisa begitu saja mengartikan apa yang terlihat. Kita tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi," kata Ikrar.Menurut dia, jika memang Akbar ternyata diam-diam mengetahui bahkan merestui pertemuan yang dilakukan Kalla dengan orang-orang Golkar, maka Akbar lah yang sedang bermanuver untuk meningkatkan bargaining politik."Skenario internal Golkar tersebut bisa memperkuat posisi penawaran terhadap SBY-Kalla, sekaligus terhadap Mega-Hasyim. Golkar nanti tinggal menimbang siapa yang memberikan penawaran menarik," demikian Ikrar.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































