Mahasiswa di Samarinda Tuntut Rekannya Dibebaskan, Polisi Menolak

Mahasiswa di Samarinda Tuntut Rekannya Dibebaskan, Polisi Menolak

- detikNews
Sabtu, 31 Mar 2012 19:10 WIB
Samarinda, - Polresta Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menolak membebaskan 6 mahasiswa yang ditangkap Jumat (31/03/2012) kemarin, menyusul aksi perusakan dan pembakaran pos polantas di kawasan simpang empat Mall Lembuswana, Jl Letjend S Parman-Jl Letjend Suprapto.

Permintaan pembebasan 6 mahasiswa diutarakan langsung perwakilan mahasiswa, Merah Johansyah, kepada Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso, Sabtu (31/03/2012) petang WITA. Meski negosiasi berjalan alot, Arief tegas tetap menindak keenam mahasiswa itu.

"Permohonan untuk keenamnya dikeluarkan. Saya katakan itu pelaku kejahatan. Biarkan proses hukum tetap berjalan," kata Arief, kepada wartawan di kawasan simpang empat Mall Lembuswana usai bernegosiasi dengan mahasiswa, Sabtu (31/03/2012) petang WITA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arief menegaskan, keenamnya ditangkap menyusul fakta di lapangan telah melakukan pembakaran pos polantas di sela aksi unjukrasa penolakan kenaikan BBM.

"Berdasarkan fakta-fakta yang ada dialah pelakunya (pembakaran). Bukan berdasarkan perkiraan-perkiraan. Negara kita adalah negara hukum," ujar Arief.

"Ya, mereka (keenam mahasiswa) kami tahan. Persoalan ini masih kami kembangkan dan mereka kami kenakan pasal pengerusakan, tindak pidana," tegas Arief.

Setelah permohonan pembebasan keenam mahasiswa ditolak, mahasiswa berencana akan memaksa polisi untuk membebaskannya. Sudah sejak pukul 11.00 WITA siang tadi, ratusan aparat Polresta Samarinda serta Brimob Polda Kaltim yang dilengkapi dengan pakaian anti huru hara sudah bersiaga. Tidak hanya itu, aparat Dalmas dari Polres Kutai Kartanegara serta TNI AD, juga dilibatkan dan disiagakan di kawasan simpang 4 Mall Lembuswana. Aparat TNI bersenjata api, berada di Masjid Al Ma'ruf, di kawasan simpang empat tersebut.

Pantauan detikcom hingga malam ini, ratusan aparat tersebut masih bersiaga. Mereka menanti kedatangan mahasiswa yang dikabarkan berniat ricuh dalam upaya membebaskan rekan mereka yang ditahan.

"Saya memang merasa membutuhkan TNI. Saya harapkan bersama TNI, menjaga negara ini. Pengamanan objek-objek vital, di luar keterbatasan kami, kami minta bantuan TNI," sebut Arief.

Ditambahkan Arief, total keseluruhan aparat kepolisian yang diterjunkan hingga malam ini berjumlah 1.100 orang serta 500 aparat TNI. Sebelumnya, aksi unjukrasa juga dilakukan di SPBU milik Pertamina, di Jl Kesuma Bangsa. Mahasiswa selain berorasi, juga membagian bendera merah putih kepada aparat kepolisian dan TNI yang bertugas mengamankan SPBU.


(mpr/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads