"Ngapain ada di dalam koalisi tapi melakukan pembangkangan. Ini kebijakan pemerintah dari presiden, ekonomi harus diselamatkan tapi tidak disepakati jadi untuk apa didalam koalisi?" kritik Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3/2012).
Menurutnya keputusan berseberangan yang diambil PKS telah mencederai kesepakatan koalisi yakni mendukung kebijakan pemerintah. Ramadhan juga menyindir PKS tidak memahami gejolak harga minyak dunia yang memaksa pemerintah menaikan harga BBM demi mengurangi beban subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, harga BBM batal dinaikan per 1 April 2012. Dalam putusan revisi UU APBN Perubahan 2012, DPR menyetujui tambahan pasal 7 ayat 6 A yang memberi keleluasan bagi pemerintah menaikkan harga BBM dengan syarat harga minyak mentah dunia mencapai US$ 120 per barel dalam enam bulan terakhir.
Lima fraksi pendukung penambahan ayat 6 A di Pasal 7 ayat 6 RUU APBNP ini adalah Fraksi Demokrat, Golkar, PAN, PKB dan PPP sementara empat fraksi yakni PDIP, PKS, Gerindra dan Hanura menolak amandemen Pasal 7 ayat 6 yang menyebut harga eceran BBM tidak mengalami kenaikan.
(arb/fdn)











































