"Revolusi..revolusi..revolusi sampai mati!". Demikian dendang politikus PDIP secara terus menerus secara kompak saat keluar dari ruang sidang, Sabtu (31/3/2012) dini hari.
Mereka bernyanyi sambil mengepalkan tangan sejak dari dalam ruang paripurna hingga masuk ke dalam lift yang berada di lantai 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya tentu karena kita tidak dihargai makanya kita keluar," kata Tjahjo saat keluar dari ruang rapat.
Menurut dia, kenaikan BBM ini semua diserahkan pada rakyat. Karena itu biar rakyat yang menilai.
"Kita serahkan kepada rakyat. Biar mereka yang menilai," ucap Tjahjo.
(arb/vit)











































