"Ada dua ditangkap hidup-hidup, 2 lagi mati," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab kepada wartawan di DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Kapolda mengatakan, pihaknya memiliki bukti-bukti kuat sehingga disimpulkan bahwa mereka adalah kelompok jaringan teroris. "Ada bukti. Disita barang-barang seperti buku jihad, ada rencana perampokan bank dan lain-lain," kata Untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KTP-nya banyak. Keluarga yang merasa kehilangan, lapor," katanya.
Dua terduga teroris yang ditembak mati bernama Endra Saputra (33) dan Dedi. Keduanya ditembak mati karena melawan petugas dalam penggerebekan di rumah kontrakan di Jalan Haji Sarma RT 06/01 Kampung Lio, Pondok Pucung Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Jumat dini hari.
Dua lainnya, yakni Tedi ditangkap di Sukabumi, Jawa Barat dan seorang pria lainnya ditangkap di Ciledug, Tangerang Selatan pada Jumat siang.
Penggerebekan keduanya adalah pengembangan dari penangkapan Tedi di Sukabumi. Semula, para pelaku ditarget polisi karena melakukan pembacokan terhadap dua anggota Polsek Setu, Bekasi. Awalnya, para pelaku diduga pelaku perampokan.
Namun, rupanya keduanya tidak hanya terindikasi melakukan perampokan. Dari hasil pengembangan, para pelaku diduga terkait dengan jaringan teroris.
(mei/mad)










































