"Presiden memutuskan untuk tetap di Jakarta, memperhatikan pembahasan mengenai RAPBNP 2012 dan proses lanjutannya dengan DPR yang masih berlangsung," kata Stafsus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah.
Di dalam pembicaraan telepon, Jumat (30/3/2012) malam, dia menjelaskan perubahan tersebut bukan berarti Pemerintah RI tidak akan menghadiri KTT ASEAN. Misi mempimpin delegasi Indonesia dalam ajang regional penting tersebut telah Presiden SBY delegasikan kepada Wapres Boediono.
"Presiden telah menugaskan kepada Wapres untuk menggantikan beliau. Hal ini telah dikomunikasikan sebagai informasi awal kepada pemerintah Kamboja melalui Dubes RI di Kamboja," jelas diplomat muda ini.
Menurut jadwal, kunjungan kerja Presiden SBY ke Kamboja berlangsung pada 2 hingga 4 April 2012. Agenda utamanya selama tiga hari tersebut adalah mengikuti rangkaian acara KTT ke-20 ASEAN yang digelar Phnom Penh.
Indonesia sangat berkepentingan untuk hadir. Sebab di ajang tersebut Presiden SBY selaku akan menyerahkan secara resmi keketuaan ASEAN kepada PM Hun Sen .
(lh/mad)











































