Tanpa disertai alasan yang jelas, mahasiswa yang melengkapi diri dengan kayu, batu dan bensin, sekitar pukul 17.20 WITA dengan beringas merusak dan membakar pos polisi lalu lintas yang berada di simpang empat pusat perbelanjaan Mall Lembuswana, Jl Letjend Suprapto-Jl M Yamin.
"Bakar..bakar...bakar pos polisi," seru mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo sebenarnya berlangsung damai dan tidak terjadik konflik antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Bergerak dari kampus Universitas Mulawarman Samarinda di Jl M Yamin, 500 mahasiswa dari berbagai elemen kampus di Samarinda, melakukan long march menuju kawasan simpang empat Mall Lembuswana.
Dari pengamatan detikcom, di sela aksi long march, mahasiswa juga terlihat melakukan perusakan fasilitas umum seperti pot tanaman median jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Akibatnya, bebatuan terlihat berserakan di sepanjang jalan yang dilalui aksi long march.
"Tolak. Tolak. Tolak kenaikan BBM," seru mahasiswa.
Setelah puas merusak dan membakar pos polisi lalu lintas, mahasiswa sekitar pukul 17.50 WITA, bergerak mundur dan berjalan kaki kembali menuju kampus Universitas Mulawarman. Sementara itu, akses jalan di kawasan simpang empat tersebut kembali dibuka untuk pengguna jalan.
(try/try)











































