"Voting langsung berdiri dilakukan setelah Maghrib," kata Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Menurut Muzani, ada kemungkinan voting digelar dua kali. Sangat tergantung kepada hasil lobi partai koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga partai yakni PDIP, Hanura, dan Gerindra, memang telah sepakat menolak pasal itu. Perbedaan pendapat masih ada di antara partai koalisi. Utamanya menyangkut batas kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP).
"Jadi ada yang minta 5, 10, 15, 20 persen. Masalah waktu berlakunya juga ada yang sebulan, dua bulan, tiga bulan," katanya.
Dia masih menyimpan optimisme membatalkan kenaikan harga BBM. "Tapi mungkin voting langsung itu, kalau Golkar dan PKS kita lihat masih bersama kita," tandasnya.
(van/mok)











































