PD: PKS di Luar Perkiraan, Golkar Masih Bisa Dibicarakan

PD: PKS di Luar Perkiraan, Golkar Masih Bisa Dibicarakan

- detikNews
Jumat, 30 Mar 2012 16:50 WIB
Jakarta - Fraksi-fraksi telah menyatakan pendapatnya mengenai permasalahan BBM di RABPN-P 2012. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan sikap PKS di luar perkiraan.

"Saya lihat PKS yang sedikit di luar perkiraan, angka 20 persen ini berat sekali," kata Syarief di Gedung DPR, Senayan, Jumat (30/3/2012).

Nilai 20 persen adalah usulan PKS terkait permintaan pemerintah menambahkan Pasal 7 ayat 6 A Rancangan Undang-Undang APBN Perubahan tahun 2012.

Pasal itu memberi keleluasan bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi. Dalam ayat 6A itu disebutkan: "Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 5 persen dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung."

PKS ingin agar nilai 5 persen ini diperbesar menjadi 20 persen. Nilai ini dianggap terlalu berat oleh Demokrat.

Saat ditanya apakah PKS akan dikeluarkan dari koalisi Sekretariat Gabungan, Syarief enggan membahasnya sekarang. "Itu kita lihat nantilah," elaknya.

Sementara itu, mengenai sikap Golkar yang minta selisih 15 persen, Syarief menyatakan partai itu masih bisa diajak bicara. "Saya lihat Golkar masih dalam koridor yang masih bisa dibicarakan," kata Menkop/UKM yang ditugaskan melobi partai koalisi ini.

Syarief menyatakan tetap yakin APBN-P tetap bisa diterima. "Saya yakin tetap diterima, dari 5 fraksi itu terlihat tetap menerima," kata suami mantan model Inggrid Kansil yang kini anggota DPR itu.

(nal/nrl)


Berita Terkait