Seorang warga setempat, Panjang mengungkapkan, puluhan polisi menggerebek rumah kontrakan Hendra Saputra (23) pada pukul 01.30 WIB. Petugas yang mencoba 'bertamu' ke kontrakan Hendra, tiba-tiba ditembak oleh Hendra dan E.
"Ada satu anggota buser, badannya kecil-kecil tertembak. Untung pakai rompi anti peluru," kata Panjang kepada detikcom, Jumat (30/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi baku tembak itu, teman Hendra berinisial E tertembak di dalam kamar. Sementara Hendra tetap bertahan di dalam kontrakannya.
Selama setengah jam, Hendra bertahan. Saat itu, suasana lokasi sunyi senyap.
"Petugas kemudian mengikatkan jaket ke bambu, lalu dibakar dan dilemparkan ke rumah kontrakannya," katanya.
Kobaran api kecil muncul seketika itu. Hendra kemudian menjebol plafon dan melarikan diri ke atap. Suara tembakan kembali terdengar di lokasi pada pukul 03.30 WIB.
"Dia kemudian ditembak saat ada di atas atap. Di atap masih ada darah segar," katanya.
Hendra tewas tertembak pada pukul 06.00 WIB setelah beberapa jam bertahan dari kepungan petugas.
"Waktu kejadian, anak dan istri Hendra tidak ada. Istrinya lagi ke rumah mertuanya," katanya.
(mei/ndr)










































