Selain menggantung sepeda motor bebek, massa FMP juga menggantung sayur-sayuran dan kompor minyak. Aksi ini menarik perhatian banyak pengguna jalan dan mahasiswa dari kelompok lainnya yang memadati fly over.
Tali yang digunakan untuk menggantung sepeda motor ini sempat putus dan mengagetkan kerumunan warga dan pengunjuk rasa. Untungnya, tidak ada yang tertimpa sepeda motor tersebut, yang digantung setinggi 2 meter dari tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak memahami apa maksud pemerintah yang menaikkan harga BBM, ini tanda penindasan yang nyata dari pemerintah pada rakyatnya," ujar Maulana.
Usai berorasi di fly over, massa FMP kemudian melanjutkan aksinya dengan berkonvoi sambil mengarak drum bekas, yang dijadikan simbol mahalnya harga BBM.
(mna/try)











































