Rieke dan Indra keluar dari Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012) pukul 11.30 WIB. Mereka lantas bergabung dengan ribuan buruh, masyarakat dan mahasiswa. Rieke dan Indra naik ke atas mobil pick up untuk berorasi.
Indra mendapat giliran pertama berorasi. "Saya bangga pada kalian yang peduli pada rakyat kecil Indonesia. Kalian tidak hanya memperjuangkan UMK dan UPK, perjuangkan kesejahteraan rakyat karena perjuangan UMK dan UPK akan sia-sia jika BBM naik," papar Indra disambut yel-yel buruh "Hidup Indra, tolak BBM!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendemo mengikutinya dengan penuh semangat.
"Itu juga merupakan filosofi saya, Rieke, buruh dan mahasiswa. Tidak ada alasan kenaikan BBM. PKS sejak hari ini terus berjuang. Kajian sudah tuntas. Kenaikan APBN bukan alasan. Kalau alasannya justru harga minyak mentah dunia naik, itu tidak masuk akal," lanjut Indra yang memakai baju batik ini.
Setelah Indra, Rieke melanjutkan orasi yang tidak kalah lantangnya. Dengan menggebu-gebu, Rieke terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap menyengsarakan buruh dan rakyat kecil.
"Saya menyesalkan tindakan pemerintah yang tidak peduli terhadap masyarakat kecil, yang menaikkan harga BBM," kata Rieke yang terbalut setelan blezer warna hitam dan topi warna abu-abu ini.
"Kita siap mogok massal. Buruh, masyarakat dan mahasiswa akan melakukan mogok massal jika harga BBM naik," ujar Rieke disambut tepukan tangan dari buruh.
"Horeee.... tolak BBM," teriak buruh.
Puas berorasi, Rieke dan Indra turun 'panggung'. Mereka selanjutnya masuk lagi ke dalam gedung parlemen.
Sementara buruh tidak lagi terkonsentrasi di depan gerbang DPR. Mayoritas buruh berjalan kaki ke arah Semanggi untuk menunaikan salat Jumat.
(aan/nrl)











































