"Ya bisa (menerima)," kata Jafar singkat saat dimintai komentarnya tentang penonaktifan dirinya, di sela-sela sidang paripurna BBM di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Namun Jafar enggan membeberkan alasan penonaktifan dirinya. "Untuk menghadapi kegiatan ini. Persiapan semuanya," elaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya (tidak menyebut nama Ical). Yang saya katakan bahwa pimpinan partai menyetujui mengenai pemahaman penarikan subsidi.
Saya tidak ngomong soal Rp 2.000," kata Jafar yang mengenakan setelan jas warna hitam ini.
Jadi angka Rp 2.000 datangnya dari mana? "Itu karena saya ditanya," jawab Jafar singkat.
Menurut dia, berubahnya sikap Golkar kemungkinan akibat pemberitaan yang dimuat di media.
"Jadi artinya, pada ketika dia mengambil keputusan itu karena di media dimuatnya seperti itu. Barangkali itu yang menyebabkan mereka melakukan itu," kata Jafar.
Jafar dilengserkan dari posisi Ketua FPD DPR menyangkut pernyataannya yang membenarkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengusulkan kenaikan harga BBM Rp 2.000.
Tugas Jafar untuk sementara waktu diambil alih oleh Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dan Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
(aan/nrl)










































