80 Mahasiswa Anti Kenaikan BBM Dilepas, 2 Ditahan karena Bawa Sajam

80 Mahasiswa Anti Kenaikan BBM Dilepas, 2 Ditahan karena Bawa Sajam

- detikNews
Jumat, 30 Mar 2012 10:11 WIB
80 Mahasiswa Anti Kenaikan BBM Dilepas, 2 Ditahan karena Bawa Sajam
Palu - Sebanyak 80 orang dari 82 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Palu, Sulawesi Tengah, yang ditangkap aparat Polres Palu, Kamis (29/3/2012), dilepaskan. Sementara 2 orang masih ditahan.

"Dua orang mahasiswa yang masih kami tahan itu akan diproses lebih lanjut karena diketahui membawa senjata tajam sejenis sangkur dan badik," kata Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan kepada detikcom, Jumat (30/3/2012).

Berdasarkan pantauan detikcom, saat ini sejumlah mahasiswa melakukan konsolidasi. Mereka menunggu kabar dua temannya yang masih ditahan di Polres Palu dan Polda Sulteng. Beredar kabar bila para mahasiswa yang ditahan tidak segera dikeluarkan, mereka akan membakar Kantor DPD Partai Demokrat, di Jalan Setiabudi, Palu Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Hafidz (24), mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Alkhairaat yang mengalami patah tulang kanan dipulangkan ke rumah karena ketiadaan biaya setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara dan RS SIS Aljufrie. Ia adalah korban bentrok dengan Polisi saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Kamis siang tadi di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur.

"Saya sudah ditangkap dan tidak melawan, lalu ada anggota Polisi yang menginjak kaki kanan saya dengan sepatu lars," aku Hafidz.

Aksi ricuh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi digelar depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Kamis (29/3) kemarin. Mendekati pukul 13.00 WIT situasi mulai memanas gara-gara pendemo di barisan terdepan mencoba menerobos barikade satuan Samapta Kepolisian Resor Palu.

Tidak lama dari arah mahasiswa mulai terlihat lemparan balok dan botol air mineral ke arah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Dewa Parsana yang mengimbau mahasiswa untuk tidak anarkis. Namun imbauan Kaplolda berbuah lemparan batu dan balok. Sementara Dewa Parsana terus meminta aparat Kepolisian untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan aksi balasan.

Bukannya mundur, mahasiswa makin merangsek. Alhasil lemparan batu, potongan besi dan kayu pun melayang ke arah aparat gabungan Kepolisian dari semua satuan, termasuk Satuan Pengendali Huru-Hara Brigade Mobil Polda Sulteng.


(try/nrl)


Berita Terkait