"Salut buat Golkar, PKS salut buat Golkar karena telah ikut menolak kenaikan harga BBM," kata Sekjen PKS Anis Matta kepada detikcom, Jumat (30/3/2012).
Menurut Anis, Golkar telah menunjukkan motonya 'suara Golkar suara rakyat'. Anis yakin sekali Golkar tak akan berbalik arah lagi mendukung kenaikan harga BBM.
"Ternyata berani mendahulukan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan jangka pendek dalam koalisi," katanya.
Anis Matta juga menyebut 5 parpol yang menolak kenaikan harga BBM masih punya nurani. Kekompakan Golkar, PDIP, PKS, Gerindra, dan Hanura bisa membatalkan kenaikan harga BBM.
"Penolakan 5 parpol menunjukkan parpol masih punya hati murani dan bisa memahami beban masyarakat jika harga BBM dinaikkan,"kata Anis yang juga Wakil Ketua DPR koordinator bidang keuangan ini.
Menurut Anis, 5 parpol itu menunjukkan masih berfungsinya parpol. Utamanya sebagai penyalur aspirasi masyarakat di DPR.
"Parpol memahami fungsinya sebagai saluran agregasi kepentingan rakyat,"kata dia.
Jika 5 parpol solid, imbuh Anis, kenaikan harga BBM bisa dibatalkan. Mengingat kursi PDIP (94), PKS (57), Gerindra (26) dan Hanura (17) jika ditambah kursi Golkar (106), jumlahnya sudah mencapai 300 anggota. Artinya sudah lebih dari cukup untuk membatalkan kenaikan harga BBM.
"Memang segala kemungkinan masih terbuka. Semua keputusan di paripurna, kalau paripurna menolak ya pemerintah menggunakan APBN yang sudah ada, saya kira tidak terlalu jadi masalah,"pungkasnya.
Berikut Simulasi Voting kenaikan Harga BBM di DPR
1. Simulasi 1 (3 fraksi menolak)
PDIP (94 suara), Gerindra (26 suara),Hanura (17 suara), total: 137 suara menolak kenaikan harga BBM
PD (148 suara), Golkar (106 suara), PKS (57 suara), PAN (46 suara), PPP (38 suara), dan PKB (28 suara). Total: 423 suara mendukung kenaikan harga BBM
2. Simulasi 2 (4 fraksi menolak kenaikan harga BBM)
PDIP (94 suara), PKS (57 suara), Gerindra (26 suara),Hanura (17 suara), total: 194 suara menolak kenaikan harga BBM
PD (148 suara), Golkar (106 suara), PAN (46 suara), PPP (38 suara), dan PKB (28 suara). Total: 366 suara mendukung kenaikan harga BBM
3. Simulasi 3 (5 faksi menolak kenaikan harga BBM)
PDIP (94 suara), Golkar (106 suara), PKS (57 suara), Gerindra (26 suara),Hanura (17 suara), total: 300 suara menolak kenaikan harga BBM.
PD (148 suara), PAN (46 suara), PPP (38 suara), dan PKB (28 suara). Total: 260 suara mendukung kenaikan harga BBM.
(van/nrl)











































