"Ada indikasi kuat bila jaringan teroris di Indonesia sering melakukan komunikasi dengan kelompok radikal di Perancis," kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai kepada detikcom, Kamis (29/3/2012) malam. Komunikasi tersebut berlangsung melalui e-mail atau telepon.
Namun dia tidak menyebutkan kelompok teroris yang dimaksudkannya tersebut. Ansyaad menduga dalang peledakan bom di depan KBRI Perancis terkait dengan seorang buron teroris yang sempat digerebek di Bandung bernama Frederick Jean Salvi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frederick, ujar Ansyaad, termasuk orang yang masuk dalam daftar pengawasan otoritas di Perancis terkait kelompok radikal yang tumbuh di negara tersebut.
Disinggung apakah aksi tersebut terkait dengan proses hukum yang tengah dijalani otak teroris Umar Patek, Ansyaad mengakui pihaknya belum menemukan benang merah ke arah itu. "Saya belum lihat ada kaitannya dengan Patek," kata Ansyaad.
Sebelumnya, Densus 88 menggerebek kelompok yang diduga teroris di daerah Cibiru, Bandung, pada Sabtu (7/8/2010). Dari tempat itu, polisi menangkap dua orang yang diduga terkait kelompok teroris.
Polisi menyita satu unit mobil Mitsubishi Galant nopol B 1600 KE di lokasi penggerebekan. Mobil tersebut disiapkan sebagai bom mobil untuk meledakkan tempat-tempat yang telah ditargetkan. Diketahui mobil tersebut dibeli seorang WN Perancis.
(ahy/fdn)











































