Lagi-lagi, Akbar Tidak Tahu Pertemuan Kalla-Golkar
Senin, 09 Agu 2004 01:58 WIB
Jakarta - Sudah empat kali cawapres Jusuf Kalla menemui orang-orang Golkar. Semuanya tanpa sepengetahuan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Mungkinkah?Entah pura-pura tidak tahu, atau benar-benar tidak tahu, atau memang tidak mau tahu, atau hanya taktik belaka, hanya Akbar yang tahu persis. Atmosfer perang dingin pun seolah-olah menyeruak antara Akbar dan Kalla lantaran sulit saling berkomunikasi.Pertemuan Kalla dengan orang-orang Golkar yang keempat berlangsung di Hotel Hilton Jakarta pada Minggu, 8 Agustus 2004. Tidak tanggung-tanggung, yang hadir adalah para fungsionaris dari DPP dan DPD Partai Golkar.Ditanya apakah pertemuan itu atas sepengetahuan Akbar, Ketua DPP Partai Golkar Fahmi Idris memberi sinyal Akbar tidak mengetahuinya."Yah nanti Anda-Anda beritakan, Pak Akbar juga akan tahu," ujarnya enteng saat ditanya wartawan usai acara pertemuan yang berakhir pukul 00.05 WIB, Senin (9/8/2004) di Hotel Hilton Jakarta.Ditanya mengenai status kehadiran Kalla, Fahmi menjawab dengan santai. "Kalla hadir dalam kapasitas sebagai sesama kader Golkar, sebagai Jusuf Kalla. Tadi dijelaskan tentang rekomendasi dari Balitbang tentang sikap netral," tukasnya.Pemicu perang dingin antara Akbar dengan Kalla bermula pada 3 Agustus 2004. Saat itu Kalla mengadakan pertemuan dengan beberapa fungsionaris Golkar di Hotel Regent Jakarta. Pertemuan itu rupanya tidak sepengetahuan Akbar.Rapat internal DPP Partai Golkar pun digelar pada 4 Agustus 2004. Salah satu agendanya membahas pertemuan di Hotel Regent. Ketua DPP Partai Golkar Fahmi Idris dan Marzuki Darusman yang ikut menghadiri pertemuan tersebut diminta memberikan penjelasan.Keduanya menjelaskan, pertemuan dengan Kalla hanya pertemuan dengan sesama orang Partai Golkar, karena Kalla juga sebagai kader Golkar. Jadi tidak terkait dengan SBY-Kalla sebagai kandidat Pilpres.Akbar kemudian mewanti-wanti agar bila ada pertemuan semacam itu sebaiknya atas sepengetahuan dirinya. Jika tidak, meski tidak akan memberikan sanksi, namun Akbar akan melakukan evaluasi.Tapi Kalla maju terus pantang mundur. Pada 5 Agustus 2004, Kalla mengadakan pertemuan dengan seluruh pengurus Partai Golkar DPD I Bali, DPD II dan pengurus kecamatan di Hotel Bali Tropic Tanjung Benoa Bali.Pertemuan itu kembali tanpa sepengetahuan Akbar. Bahkan Ketua DPD Partai Golkar Bali Gusti Ngurah Alit Yudha menyatakan tidak harus izin-izinan. Kalla pun bersikap serupa. Menurut dia, pertemuan sesama kader Golkar tidak perlu minta izin Akbar.Akbar kemudian membalas. Menurut dia, siapapun yang memang merasa sebagai kader Golkar, termasuk Kalla, tentunya harus memberitahu organisasi induk jika berinisiatif mengadakan pertemuan yang sifatnya mengarahkan organisasi keseluruhan atau jumlah banyak. Tapi kalau sifatnya coincidence, tidak usah.Tidak mempan dengan pernyataan Akbar, Kalla bertamu ke rumah Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat A Nurhaman di Bandung Jawa Barat pada 7 Agustus 2004. Saat ditanya soal izin Akbar, Kalla menegaskan hal itu tidak perlu.Belum ada tanggapan Akbar mengenai pertemuan tersebut. Pada 8 Agustus 2004, Kalla menghadiri pertemuan DPP-DPD Partai Golkar di Hotel Hilton Jakarta.Apa kira-kira komentar Akbar?
(sss/)











































