Mega Ajak WNI di Arab Bantu Warga Ilegal Lapor Diri
Minggu, 08 Agu 2004 23:11 WIB
Jakarta - Presiden Mega mengajak masyarakat Indonesia di Arab Saudi bekerja sama saling membantu WNI ilegal untuk melaporkan diri, agar mendapat perlindungan."Supaya keberadaannya dapat diurus oleh pemerintah. Sebab kalau tidak diketahui keberadaannya, pemerintah tidak bisa memberikan perlindungan."Demikian pernyataan Mega dalam wejangannya seperti dituturkan seorang WNI yang menetap di Arab Saudi yang enggan disebutkan namanya. Dia mengikuti acara tatap muka antara Mega dengan masyarakat Indonesia di Jeddah, Arab Saudi yang digelar di rumah Konsulat Jenderal (Konjen) RI Jeddah Tajuddin Noor, Minggu (8/8/2004).Dalam dialog yang dipandu Tajuddin, dua pria dan seorang perempuan mengajukan pertanyaan kepada Mega. Mereka mempertanyakan pelaksanaan hukum yang belum maksimal dilakukan pemerintah Indonesia.Mega kemudian menjelaskan, ada 3 pilar di tanah air, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif. Posisi hukum berada pada pilar yudikatif, dalam hal ini Mahkamah Agung (MA), bukan pada Pemerintah Pusat. Tajuddin lalu mengimbuhkan pertanyaan yang diajukan salah alamat.Selain Mega, turut hadir dalam acara suaminya Taufiq Kiemas, putrinya Puan Maharani, Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, Duta Besar RI di Arab Saudi dan untuk Kesultanan Oman Maftuh Basyuni, dan Tajuddin beserta jajaran stafnya.Acara direncanakan semula sesuai surat edaran kepala perwakilan RI pukul10.00 waktu setempat, namun molor menjadi pukul 11.30 waktu setempat. Penyebabnya pengaturan protokol kerajaan yang beranjak dari Guest House Jeddah.Acara dihadiri sekitar 300 masyarakat Indonesia dari Jeddah dan Mekah. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, lalu sambutan dari Dubes RI di Arab Saudi, selanjutnya wejangan dari Mega, kemudian dialog oleh warga Indonesia dengan 3 orang penanya. Terakhir, acara ditutup dengan doa oleh Said Agil. Setelah itu Mega beserta rombongan mengikuti acara ramah tamah sambil makan siang bersama.Menurut Tajuddin, Mega dan rombongan dijadwalkan bertolak dari Jeddah sekitar pukul 16.00 waktu setempat, sesuai pengaturan penerbangan dari Kerajaan Arab Saudi.
(sss/)











































