Mengais Rezeki Menjelang 17-an
Minggu, 08 Agu 2004 15:32 WIB
Pekanbaru - Sepanjang jalan protokol Sudirman Pekanbaru ramai dijadikan tempat dagangan atribut untuk persiapan hari kemerdekaan 17 Agustus. Sejumlah pedagang musiman itu mengaku penjualan bendera sedikit meningkat dari tahun sebelumnya.Dalam sepekan ini, di ruas jalan Sudirman itu diramaikan dengan warna-warni bendara untuk merayakan hari kemerdekaan RI ke-59. Para pedagang bendera itu memajang dagangannya di depan sejumlah kantor pemerintahan. Berbagai macam model bendera dan umbul-umbul mereka bentangkan di pinggir badan jalan itu.Dagangan ini bisanya mereka buka sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang magrib. Ramainya pedagang bendera itu menambah keunikan tersendiri di tengah kota Bertuah dibanding hari-hari biasa. Memang mesti diakui penjualan atribut kemerdekaan itu telah mengganggu pengguna jalan terutama bagi pejalan kaki.Tapi, namanya juga dagangan musiman. Mereka memanfaatkan hari singkat untuk menjual merah putih itu. Bukan tidak pernah mereka dilarang Satpol Pamong Praja untuk tidak berjualan di pinggir badan jalan. Larangan serta teguran dianggap angin lalu saja."Kita kan jualan cuma setahun sekali, masak dilarang menjual bendera sebagai lambang negara kita. Paling lama juga dua minggu kami berjualan di pinggir jalan ini," kata Yusril (34), salah seorang pedagang bendera di Jl Sudirman di depan Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Minggu (8/8/2004) kepada detikcom.Bapak dua orang bocah ini adalah salah satu dari puluhan pedagang lainnya yang mengais rezeki menjelang hari kemerdekaan. Sejak berjualan sepekan yang lalu, omset jual beli dari beraneka ragam bendera merah putih itu paling tidak dia bisa mendapat untung Rp 50 ribu per hari."Lumayanlah bang, rezeki tahun ini sedikit meningkat dari tahun sebelumnya. Hasil jualan bendera ini bisa untuk biaya anak saya sekolah," kata Yusril yang mengaku sudah menekuni usaha musiman ini selama 6 tahun.Rezeki menyambut hari kemerdekaan juga berimbas pada sejumlah penjahit. Kalau selama ini penjahit hanya menerima pesanan sejumlah baju, kini orderan mereka meningkat dari hari sebelumnya. Pesanan itu meningkat seiring banyaknya konsumen yang membutuhkan bendara atau umbul-umbul untuk menyambut 17 Agustus.Imron Hasibuan, misalnya, penjahit di jalan A.Yani Pekanbaru ini, dalam sepekan bisa meraih keuntungan hinga Rp 200 ribu per hari. Keuntungan yang dia dapatkan itu tidak lain karena banyaknya orderan bendera Merah Putih. Mulai dari ukuran normal untuk dipasang pada tiang bendera, sampai ukuran panjang 10 meter yang bisanya diletakkan di halaman perkantoran."Sudah kebiasaan menjelang hari kemerdekaan kita banyak menerima pesanan pembuatan umbul-umbul dan bendera. Rezeki bertambah dibanding hari-hari biasa yang hanya bisa mendapat keuntungan Rp 50 per hari, "kata Imron, bapak 4 orang anak.Lain lagi cerita Wardiman (45) pedagang tiang bendera yang mangkal di depan gedung DPRD Riau di Jl Sudirman wilayah Tangkerang Pekanbaru. Tiang bendera dari batang kayu dengan panjang 5 meter yang telah dicat warna putih itu dia jual dengan harga Rp 7.500 hingga 10.000 per batang.Paling sedikit bapak berkulit hitam itu bisa menjual 10 batang tiang bendara dengan keuntungan rata-rata Rp 80 ribu per hari. Kayu-kayu berukuran kecil yang dijadikan tiang bendera itu sudah dia persiapkan sejak dua bulan silam. Dia sengaja mencari kayu-kayu itu di perbatasan antara Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.Modalnya hanya mencari batang kayu serta membeli cat warna putih yang dia dijemur hingga kering. Dagangan tiang bendera ini pun sudah ia tekuni sejak 5 tahun silam. "Lumayanlah Pak, kalau mau 17-an, dagangan saya ini laku keras," katanya sembari tersenyum.
(nrl/)











































