Atribut PKS yang dirusak itu berada di Jl Kapten Maulana Lubis. Atribut berupa spanduk dan baliho itu merupakan bagian dari panel pendukung kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2012 PKS yang berlangsung di Hotel Santika Dyandra.
Nah, massa pendemo yang umumnya mahasiswa tersebut melintas di depan hotel pada Kamis siang, dan kemudian menggelar orasi di depan gerbang hotel.
"PKS mandul dalam mengatasi persoalan yang dialami masyarakat," teriak salah seorang mahasiswa dalam orasinya.
Tidak ada pihak PKS yang menerima massa pendemo tersebut, karena memang Mukernas secara resmi berakhir, Rabu (28/3/2012) malam.
Kecewa dengan situasi itu, massa kemudian merusak baliho yang memuat foto Presiden PKS Luthfi Hasab Ishaaq, kemudian baliho yang memuat foto Ketua Umum PKS Sumut Muhammad Hafez, dan beberapa baliho serta spanduk lainnya.
Material baliho dari bahan jenis Multi Modeling Technology (MMT) tersebut kemudian digulung dan bawa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Jl Imam Bonjol, yang berada di seberang Hotel Santika.
Di DPRD Sumut, material baliho itu dijadikan bahan untuk menerobos barikade kawat berduri yang dipasang polisi. Setelah barikade berhasil diterobos, material baliho itu kemudian dibakar bersama ban bekas yang dibawa para mahasiswa. Asap hitam pun membumbung.
(rul/try)











































