Melalui pesan singkat kepada sejumlah wartawan, Kamis (29/3/2012), Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa mereka tengah diperiksa intensif. Mereka diduga terlibat dalam aksi pelemparan kepada aparat Kepolisian saat mengamankan aksi depan Gedung DPRD Sulteng di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur.
"Kami sampaikan bahwa sekitar 88 pendemo atau mahasiswa kami sudah amankan di Polres Palu," tulis Ahmad Ramadhan pesan singkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai 128 orang mahasiswa yang ditangkap ini. Jumlah polisi dan mahasiswa yang terluka akibat bentrok Kamis siang tadi juga belum diketahui. Situasi Kota Palu saat ini masih tetap aman, namun para mahasiswa masih terkonsentrasi di Kampus Universitas Tadulako, Jalan Setiabudi, Palu Timur.
Sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menggelar orasi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah. Mendekati pukul 13.00 WIT situasi mulai memanas gara-gara pendemo di barisan terdepan mencoba menerobos barikade satuan Samapta Kepolisian Resor Palu.
Tidak lama dari arah mahasiswa mulai terlihat lemparan balok dan botol air mineral ke arah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Dewa Parsana yang mengimbau mahasiswa untuk tidak anarkis. Namun imbauan Kaplolda berbuah lemparan batu dan balok. Sementara Dewa Parsana terus meminta aparat Kepolisian untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan aksi balasan.
Bukannya mundur, mahasiswa makin merangsek. Alhasil lemparan batu, potongan besi dan kayu pun melayang ke arah aparat gabungan Kepolisian dari semua satuan, termasuk Satuan Pengendali Huru-Hara Brigade Mobil Polda Sulteng.
Situasi terus memanas. Aksi mahasiswa pun akhirnya mendapat perlawanan dari polisi. Selain melontarkan gas air mata, water canon dan tembakan peringatan, polisi mulai membalas dengan lemparan batu pula.
(try/try)











































