ITB Akan Bantu Juara Olympiade untuk Studi
Minggu, 08 Agu 2004 06:06 WIB
Jakarta - Ingin masuk ke ITB? Maka berprestasilah. Syukur-syukur bisa menjadi juara Olympiade Fisika, Matematika, Biologi, Kimia, atau lainnya. Setidaknya ada kemudahan yang akan diberikan kampus ini kepada mereka yang berpretasi itu."Meski demikian, tetap ada prosedur yang harus ditempuh, seperti mengikuti tes potensi bakat, minat dan kemampuan," tutur Dr B Kombaitan, Sekretaris Eksekutif ITB kepada detikcom di Bandung, Minggu (7/8/2004).Kombaitan membantah anggapan pihak ITB sama sekali tidak memberikan perhatian terhadap para pelajar berprestasi itu. Seperti diketahui, sempat mencuat pemberitaan bahwa sejumlah pelajar yang berprestasi di tingkat Olympiade Dunia itu kesulitan melangsungkan pendidikannya di Indonesia, karena ketiadaan dana.Menurut Kombaitan, sejauh ini jika para Olympian yang berprestasi itu memang lolos tes potensi bakat, minat dan kemampuan, maka mereka dibebaskan dari kewajiban membayar uang sumbangan. Untuk diketahui, bagi mereka yang masuk ke ITB lewat mekanisme ini maka uang sumbangan yang ditentukan pihak ITB minimal adalah Rp 45 juta. Sedangkan bagi yang masuk ke ITB lewat jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), maka tidak ada kewajiban uang sumbangan kecuali SPP yang dibayarkan tiap semestar.Diwajibkannya para olympian untuk mengikuti tes itu menurut DrKombaitan bukannya mengada-ada. "Karena memang ada persyaratan minimal yang ditetapkan untuk bisa diterima. Misalnya, dia memang jago di bidang biologi. Tetapi di ITB ini kemampuan matematika, kimia atau fisika juga dipersyaratkan. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, tetap diadakan tes," tuturnya.ITB menurutnya sejauh ini bisa memberikan bantuan pembebasan biaya sumbangan atau pun subsidi SPP bagi mereka. Namun menyangkut bantuan biaya hidup bagi mereka yang akan melaksanakan studinya di Bandung, Kombaitan mengaku hal itu di luar kemampuan ITB. Meski demikian, sejak pemberitaan kasus ini mencuat sudah ada kesediaan dari sejumlah alumni maupun perusahaan di Indonesia yang bersedia menanggung biaya studi para jawara ilmu itu."Tapi semuanya hanya tertuju kepada nama Sdr Mulyono dan Sugiharto itu. Kami sedang bicarakan dengan mereka, bagaimana kalau dana yang mereka sediakan itu dikelola oleh ITB tidak hanya untuk kedua nama itu. Tapi juga bagi pelajar lain yang berprestasi, dan akan dipertanggungjawabkan penggunaannya," katanya.Soal ketiadaan dana bagi mereka untuk kelangsungan studi di tingkat pendidikan tinggi, Kombaitan menilai kemungkinan karena pembinaan di bidang itu dikelola oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. "Saya kira, itu di bawah pengelolaan Dirjen Dikdasmen Pak Dr Indra Djati Sidi. Tetapi pendidikan tinggi, ada di bawah pengelolaan Ditjen Pendidikan Tinggi. Mungkin ke depannya, kegiatan ini tinggal disinkronkan termasuk pendanaannya," paparnya.Menyangkut partisipasi ITB di dalam memperoleh prestasi ilmiah tingkat dunia itu, Dr Kombaitan menuturkan bahwa sejak awal sejumlah dosen ITB sudah dilibatkan di dalam membantu dan pendampingan mereka. "Jadi, kami sejak awal memang sudah memberikan perhatian terhadap perolehan prestasi ilmiah dunia itu," tuturnya lagi.
(mar/)











































