Sopir Angkot Ancam Mogok Massal Jika Harga BBM Naik

Sopir Angkot Ancam Mogok Massal Jika Harga BBM Naik

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2012 16:32 WIB
Jakarta - Sopir angkutan umum tengah menanti keputusan apakah harga bahan bakar minyak (BBM) akan dinaikkan. Jika rapat paripurna DPR menyetujui kenaikan BBM, para sopir angkutan umum mengancam akan mogok massal.

"Jika pemerintah benar-benar menaikkan BBM pada 1 April, sopir angkutan umum dan lainnya di seluruh Indonesia akan menghentikan aktivitasnya. Alasannya, karena kami tidak mampu membeli BBM yang harganya dinaikkan," ujar Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Sopir Indonesia (Ipsindo), Ridwansyah, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (29/3/2012).

Dia menjelaskan jika BBM dinaikkan jadi Rp 6.000 per liter, maka ada perbedaan Rp 1.500 dengan harga saat ini. Nah, minimal para sopir angkutan ini membutuhkan 40 liter per hari. BBM itu dibebankan pemilik kendaraan pada para sopir itu. Sehingga jika BBM naik, maka mereka harus menanggung Rp 60 ribu.

"60 Ribu itu bagi sopir sangat berharga. Kami harus tombok itu. Biasanya kalau tarif angkutan dinaikkan, para owner itu juga menaikkan setoran. Jadinya ada masalah lagi," sambung Ridwansyah.

Ipsindo rencananya besok akan menyampaikan surat kepada Menhub agar lebih memperhatikan nasib mereka. Jika kenaikan BBM berdampak pada pemogokan massal para sopir angkutan umum maka akan mengganggu roda perekonomian nasional.

"Ini akan dilakukan sopir angkot, mikrolet, Kopaja, Metro Mini, semuanya. Tidak hanya di Jakarta saja yang mogok tapi juga dari Sabang sampai Merauke. Jadi tolong, jangan naikkan BBM," pinta Ridwansyah.

Sementara itu, keputusan kenaikan harga BBM akan diputuskan dalam rapat paripurna DPR pada Jumat (30/3). Rencana ini berubah dari jadwal sebelumnya pada Kamis (29/3).

(vit/gah)


Berita Terkait