"Saya dari dulu mainnya selalu halal (dana kampanye dijamin halal). Kami ini bukan pejabat baru, sudah jadi Bupati dan Wali kota. Jejak rekam kami, pernah nggak kami berutang budi pada pengusaha yang nyumbang? Tidak pernah," kata pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini.
Hal ini disampaikan Ahok usai menghadiri acara ulang tahun Baitul Muslimin ke-5, sayap PDIP di bidang keagamaan, di kantor DPP DPIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mengaku tidak tahu jumlah dana kampanye yang telah terkumpul. "Kalau nggak salah, dari Pak Hashim. Kalau nggak salah 1 perusahaan cuma boleh Rp 150 juta. Saya nggak tahu (total dana)," ujar kader Gerindra ini.
Bupati Belitung Timur ini tidak menargetkan dana kampanye yang digalang. Namun, ia berjanji akan transparan. "Kita nggak pakai target, dapatnya berapa dan pakainya berapa karena Mas Jokowi maunya kampanye sehemat mungkin dan nanti kita pasti akan transparan," kata Ahok.
Ketika ditanya pengusaha yang sudah menawarkan bantuan dana kampanye, Ahok enggan membeberkannya.
"Kalau pengusaha-pengusaha saya pikir malah takut, apalagi kalau pengusaha properti malah takut kali ya," jawab Ahok sambil tertawa.
Ia juga menyebut jargon kampanye pasangan itu yaitu JB. "Bisa Jakarta Baru, bisa Jokowi-Basuki. Jakarta Baru, bisa barunya artinya Banteng dan Garuda," ujar dia.
(aan/nrl)











































