"Kami siap menerjemahkan instruksi Presiden PKS," kata Sekretaris FPKS, Abdul Hakim, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Meski demikian, Abdul mengatakan bahwa FPKS masih menunggu hasil rapat badan anggaran (Banggar). FPKS akan menjadikan hasil rapat Banggar sebagai acuan pengambilan keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui PKS mengisyaratkan akan keluar dari koalisi parpol pendukung pemerintahan SBY-Boediono. Isyarat ini disampaikan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyusul penolakannya terhadap rencana kenaikan harga BBM per 1 April 2012 mendatang.
"Jika pada akhirnya pemerintah, para menteri yang pro kenaikan harga BBM itu bersikukuh menaikkan harga BBM, maka kami terpaksa akan berseberangan," kata Lutfhi dalam siaran pers, Selasa (27/3/2012).
(trq/lh)











































