Waketum PD Tantang PKS Tarik 3 Kadernya dari Kabinet

Waketum PD Tantang PKS Tarik 3 Kadernya dari Kabinet

- detikNews
Kamis, 29 Mar 2012 12:08 WIB
Waketum PD Tantang PKS Tarik 3 Kadernya dari Kabinet
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyerukan kesiapannya untuk hengkang dari koalisi parpol pendukung pemerintahan SBY-Boediono. Waketum PD Max Sopacua meminta PKS tidak sekedar berwacana, namun membuktikannya dengan menarik mundur tiga orang kader mereka dari Kabinet Indonesia Bersatu.

"Kalau keputusan dia keluar oposisi, tarik dong 3 menterinya. Konsekuensinya sebagai oposisi kan jelas sikap jantannya. Seperti PDIP itu, sampai orangnya mau jadi dubes saja nggak mau. Jadi PKS juga harus gentle," kata Max di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Max juga mendorong PKS lekas mengambil sikap. Kalau memang menolak kenaikan harga BBM, maka lekas menyampaikan keinginannya keluar koalisi kepada Ketua Setgab Koalisi, Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau itu sebuah keputusan sampaikan secara jantan ke koalisi, ke Setgab, ke ketua. Itu harus transparan, karena ada di koalisi maka diakomodir kadernya sebagai menteri. Kalau sudah diputuskan, organisasi politik itu harus realisasikan, tidak semata-mata disampaikan ke publik saja,"kata Max.

Partai Keadilan Sejahtera bulat menolak kenaikan harga BBM. PKS siap menjadi oposisi, kalau jalan itu yang harus ditempuh.

"Presiden PKS mempertegas kesiapan diluar koalisi. Dalam orasi politiknya pada penutupan Mukernas di Medan menegaskan kembali kesiapan PKS untuk menempati posisi apapun. Beliau mengingatkan kader dan stuktur untuk mengimplementasikan keputusan mukernas dalam kondisi apapun, baik dalam koalisi ataupun tidak,"kata Wakil Ketua BURT DPR dari PKS, Refrizal, kepada detikcom, Kamis (30/3/2012).

Mukernas PKS yang digelar di Medan ditutup semalam. Dalam pidatonya, menurut Refrizal, Presiden PKS menegaskan PKS tak masalah kalau harus menyudahi komitmen di koalisi.

"Presiden PKS juga menyampaikan bahwa kita bekerja untuk rakyat demi kejayaan bangsa, tak perlu terpengaruh dengan sekelompok orang yang berkutat dengan angka-angka. Dalam membangun bangsa ini PKS pernah berada dalam posisi koalisi maupun diluar, bila memang harus menyudahi posisi dalam koalisi itu adalah sebuah realitas yang harus dipilih," katanya.


(van/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads