Pantauan detikcom di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2012), Megawati dan Kiemas datang dalam satu mobil Mercy hitam bersama-sama pukul 10.25 WIB.
Mega memakai blazer hitam-garis merah dan celana panjang hitam. Sedangkan Kiemas, memakai batik oranye dan celana hitam. Sedangkan Ahok, sudah datang sekitar pukul 10.00 WIB memakai baju 'kebesaran'nya, kemeja kotak-kotak. Cagub DKI dari PDIP, Joko Widodo belum tampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kiemas dan Mega berbeda haluan dalam memilih cagub DKI. Mega dengan Gerindra yang memajukan Jokowi dan Ahok, sedang Taufiq bersama koalisinya dengan PD yang mengusung Fauzi Bowo dan Adang Ruchiatna.
Alasan Taufiq berkoalisi dengan PDIP yang mengunggulkan Fauzi Bowo memang berdasarkan alasan pragmatis. Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, selama ini dalam berbagai survei selalu unggul. Kepopulerannya pun tidak ada yang mengalahkan diantara cagub yang lain. Berpasangan dengan Foke, tentu dianggap akan memuluskan jalan meraih kursi menjadi penguasa Jakarta.
PDIP membutuhkan Jakarta untuk modal bertarung di 2014. Jakarta adalah barometer, bila PDIP memiliki kekuasaan saja di ibukota, akan mudah melakukan konsolidasi di kota metropolitan ini.
Berbeda dengan Taufiq, Mega lebih berpikir ideologis. Sejak Pilpres selesai, kebijakan Mega jelas, tidak ada kompromi dengan PD. Mungkin saja ini karena 'luka lama' Mega pada SBY yang 2 kali mengalahkannya dalam Pilpres.
Akhirnya, seperti yang diketahui, PDIP mengusung pasangan cagub-cawagub Jokowi dan Ahok.
(nwk/nrl)











































