Eko ditangkap petugas yang berjumlah enam orang di rumah neneknya, Kampung Manis Renggo, Desa Karang Kaseh, Kecamatan Klaten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/3) pukul 09.00 WIB. Saat itu, Eko bersiap mandi di sungai di lereng Gunung Merapi.
Dengan kedua tangan diborgol, Eko mengaku terpaksa membunuh Lili yang juga teman dekatnya itu karena sakit hati. Aksi pembunuhan dilakukan Senin (19/3/2012), sekitar pukul 00.30 WIB di rumah kontrakan korban di Kampung Cogrek, RT 03/1, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang badannya dipenuhi tato itu tidak menunjukkan rasa penyesalan. Usai membunuh Lili, Eko kemudian kabur ke rumah istri sirinya, Neneng (26) di daerah Depok menggunakan motor Suzuki Spin Beat milik korban.
"Saya juga ambil uang setoran angkot, totalnya Rp 1,8 juta," tutur pria yang mengaku pernah dibacok perampok itu.
Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengumpulkan barang bukti. Salah satunya, motor Suzuki Spin korban yang disimpan pelaku di stasiun Depok Baru sesaat sebelum Eko kabur ke rumah orang tuanya di Benhil, Jakarta Pusat.
"Motornya saya taruh aja di Depok Baru, dan kuncinya masih ngegantung. Saya enggak tau, motornya masih ada apa enggak," katanya.
(try/try)











































