"Belum ada informasi itu," kata juru bicara KPK Johan Budi SP saat dikonfirmasi, Kamis (29/3/2012).
Saat ditanya lebih jauh kemungkinan aset-aset Nazaruddin di perusahaan tersebut diblokir, Johan tak mau berspekulasi. Yang jelas, kata Johan, aset atau rekening yang diblokir KPK biasanya berhubungan dengan tindak pidana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso juga belum bisa memastikan aset Nazaruddin di Dubai. Dia akan melakukan pengecekan terlebih dulu.
"Saya harus cek lagi," jawabnya saat dikonfirmasi detikcom.
Sebelumnya, Nazaruddin dalam pengakuan di persidangan mengaku punya perusahaan minyak di Dubai. Perusahaan itu dimiliki sejak tahun 2007.
"Saya memiliki perusahaan minyak di dubai itu sejak 2007 sampe sekarang. Sekarang kan tidak bisa mengelola. Tapi saya masih sebagai pemegang saham, tidak komisaris tidak direktur," terang Nazar tanpa memperinci lebih lanjut mengenai perusahaan yang diakuinya.
Nah, karena punya perusahaan itulah Nazar kemudian mampu menyewa jet pribadi untuk ke berpergian ke sejumlah negara saat buron, termasuk ke Cartagena, Kolombia.
(mad/sdf)










































