"Kalau sering berbeda akan jauh lebih terhormat untuk secara ksatria keluar dan segera memposisikan diri sebagai oposisi," kata Ketua DPP Demokrat, Didi Irawadi, kepada detikcom, Kamis (29/3/2012).
"Itu baru namanya sikap yang jelas dan lebih terhormat. Tidak dianggap mencla-mencle dan tidak lagi dianggap sebagai koalisi setengah-setengah," sambungnya.
Didi menambahkan, ada etika politik dalam berkoalisi. Anggota parpol koalisi harus menaati etika tersebut.
"Di belahan dunia manapun suatu partai yang memilih berkoalisi jelas ada etikanya dan menjunjung tinggi komitmen koalisi," tegasnya.
(sdf/mad)











































