Namun tidak hanya masyarakat yang akan tekor, pihak TNI sendiri pun juga akan merasakan dampaknya terlebih utang-utang yang mereka lakukan dalam penggunaan bahan bakar minyak ini.
Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi I DPR, Helmy Fauzi, dalam diskusi kenaikan BBM vs Belanja TNI Rp 150 triliun di kantor HRWG (Human Rights Working Group) Jl RP Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2012).
"TNI kita masih nombok masih rugi. Utang sama pertamina untuk bahan bakar kapal perang, bahan bakar pesawat, sampe sekarang belum diputihkan. Jangan sampai utangnya makin naik ketika BBM naik" ujar Helmy.
Kondisi tersebut dirasa Helmy menjadi suatu kontradiksi, ketika pemerintah saat ini sedang menggodok pengadaan alutsista untuk melakukan peremajaan dan modernisasi.
"Jangan sampai kita gagah-gagah beli sukhoi, beli F16 tapi avturnya masih ngutang," tambahnya.
(gah/gah)











































