Andi: Pertemuan dengan Nazaruddin Cs Sifatnya Bahas Program Kementerian

Andi: Pertemuan dengan Nazaruddin Cs Sifatnya Bahas Program Kementerian

- detikNews
Rabu, 28 Mar 2012 18:19 WIB
Jakarta - Menpora Andi Mallarangeng menegaskan bahwa pertemuan dengan Nazaruddin, Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan Mahyudin tidak spesifik membahas hal khusus seperti proyek Hambalang. Pertemuan itu hanya membahas program kementerian secara umum.

"Ya kalau itu sudah saya jelaskan. Lah memang ada pertemuan tapi sifatnya silaturahim, sifatnya menjelaskan program-program kementerian secara umum," jelas Andi di kantornya, Jl Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Pertemuan pada Januari 2010 itu kembali disebut Jaksa KPK dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Nazaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi juga menjelaskan perihal hal ikhwal proyek sarana olahraga Hambalang. Proyek itu mulai dikerjakan sebelum dia menjadi menteri. Anggaran awalnya Rp 125 miliar. Namun proyek mangkrak karena tanah di Hambalang tidak ada sertifikat.

"Lalu kemudian setelah itu pada tahun anggaran 2010 dapat tambahan anggaran untuk Rp 150 miliar menjadi total Rp 275 miliar. Lalu tahun anggaran berikutnya lagi mendapat anggaran saya lupa ya Rp 400 miliar, lalu tahun anggaran berikutnya lagi dapat Rp 500 miliar, jadi total semua memang Rp 1,2 triliun," jelas Andi.

Andi menegaskan, penambahan angka itu dibutuhkan karena sesuai perencanaan. Proyek Hambalang itu bukan hanya untuk pusat pelatihan saja, tetapi juga untuk sarana olahraga.

"Sekolah olahraga itu kan cabang-cabang olahrga yang dibutuhkan, belum lagi sekolahnya. Kita harapkan masing-masing provinsi mempunyai sekolah-sekolah olahraga yang bersifat regional, nanti kemudian Hambalang menjadi tingkat nasional. Yang sekarang ini kan kita menggunakan Ragunan dan Ragunan sudah tidak mencukupi," tegasnya.

Andi menjelaskan, pihaknya sudah berkeliling ke sejumlah negara melihat sarana dan prasarana olahraga yang modern. Sebagai gambaran di Thailand saja, ada 26 sekolah olahraga bertaraf internasional.

"Singapura juga walau negara kecil tapi sekolah olahraganya luar biasa. Kita tidak mungkin bisa bersaing dengan mereka ke depan kalau kita tidak punya sekolah olahrga, sekaligus juga sebagai pusat pelatihan. Jadi ada dua fungsinya, ada yang atlet-atlet senior dalam rangka pelatnas atau apapun, dan ada sekolah olahraga untuk juniornya. Jadi karena memang membutuhkan dana seperti itu," tuturnya.

(ndr/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads